Senin, 02 Desember 2019

1. Fungsi Manajemen Pendidikan dalam Pengelolaan Sekolah


Setiap oraganisani atau kegiatan yang memiliki tujuan pasti ada posedur tahapan-tahapan yang harus dijalani begitu juga dalampendidikan, Menurut Sutisna (1979:2-3) Manajemen pendidikan adalah keseluruhan proses yang membuat sumber-sumber personil dan materiil sesuai yang tersedia dan efektif bagi tercapainya tujuan-tujuan bersama. Manajemen sebagi sebuah seni dalam mengelola organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Begitu juga dalam pendidikan. Fungsi manajemen pendidikan berfungsi sebagai langkah-langkah untuk meraih tujuan pendidikan.

Menurut terry fungsi manajemen ada empat hal yairu planning, organizing, actuating dan controling dari keempat itu merupakan satu kesatuan proses yang harus dilalui untuk mencapai tujuan pendidikan.


1. Planning atau perencanaan, merupakan langkah awal yang harus dilaksanakan yaitu merencanakan tujuan apa yang akan dicapai. Dalam perencanaan ada beberapa hal yang terdapat didalamnya yaitu:
  • Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan, Dalam pendidikan tujuan yang ingin dicapai tentungya ingin mencerdasakan anak bangsa yang berakhlak, beriman dan bertakwa, namun selain itu juga ada tujuan yang lain.
  • Merumuskan tujuan, Setelah tujuan yang akan dicapai sudah jelas maka beikutnya adalah mengelompokan tujuan tersebut menjadi tiga yaitu tujuan jangka pendek, tujuan jangka menengah dan tujuan jangka panjang.
  • Mengidentifikasikan peluang dan mengantisipasi segala hambatan.
  • Menjabarkan perencanaan untuk mengatasi suatu masalah yang bisa saja terjadi



2. Fungsi manajeman pendidikan yang ke dua adalah Organizing atau pengorganisasian, dalam tahap ini yang lebih berperan adalah manajer atau kepala sekolah yang bertindak sebagai pimpinan suatu satuan pendidikan. Pengorganisasian adalah pengelompokan sumber daya manusia menjadi bagia-bagian kecil yang memiliki tugas yang berbeda-beda meski tugas tersebut saling berkaitan. Dalam proses ini ada tiga langkah yang harus dijalani yaitu
  • Merinci seluruh pekerjaan yang dibebankan harus sesuai keahlian
  • Pengembangan dari keahlian
  • Mekanisme kerja harus jelas agar terciptanya suatu sistem



3. Actuating atau pengerak, pada fungsi manajemen pendidikan ini kepala sekolah senantiasa harus selalu menggerakan semua aspek yang sudah dikelompokan agar dapat berjalan seperti yang sudah direncanakan. Pengerakan ini bisa berupa pemberian motivasi agar setiap bagian dapat bekerja lebih giat. Untuk itu bisa dengan pemberian kredit poin apabila melanggar peraturan, atau pemberian reward, hal ini bertujuan agar proses yang akan dicapai dapat terlaksana denganbaik.



4. Controlling atau pengontrolan, hal yang tidak kalah penting adalah pengontrolan ini adalah tugas dari pimpinan apakan semua sudah sesuai yang direncanakan, pengontrolan sebagai fungsi manajeman pendidikan juga berfungsi sebagi penilaian kinerja dan sebagi penentu kebijakan dalam proses perencanaan selanjutnya. 


Dari keempat fungsi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa untuk meraih tujuan pendidikan semua aspek harus berjalan sesuai prosedur yang jelas, dan semua harus bergerak sesuai yang sudah di rencanakan, semua harus bergerak sesuai apa yang sudah ditugaskan.

2. Manajemen Pendidikan Mutu Terpadu

Mutu pendidikan memiliki beberapa macam komponen untuk dievaluasi
Mutu pendidikan memiliki beberapa macam komponen untuk dievaluasi (Sumber gambar : klik disini)
Model Pendidikan Mutu Terpadu
Di lingkungan pendidikan, semua unsur yang ada dalam sekolah memiliki tanggung jawab yang sama untuk meraih tingkat mutu terpadu. Kepala Sekolah, komite, guru, karyawan, orang tua dan lingkungan. Manakala menafikan salah satu unsur tersebut, jangan pernah berharap mutu hinggap dalam pendidikan.
Dahulu, Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) menjadi idola dalam kalan pendidik maupun pemerhati pendidikan. MBS lahir karena tuntutan otonomi daerah. Seiring dengan perjalanan waktu, MBS akan terkubur tanpa pernah kita melayat. Meskipun dalam Sistim Pendidikan Nasional pasal 51 masih tercantum.
Model saat ini dan yang akan datang merujuk pada sifat-sifat abad 21, yaitu informasi, komunikasi, otomasi dan komunikasi. Lembaga pendidikan yang mampu meraih, mengelola dan mengemas keempat ciri tersebut, maka dapat ditasbihkan sebagai model pendidikan yang bermutu terpadu.

Model Pendidikan Masa Depan

Founding Fathers Negara ini adalah mereka yang mengenyam perjuangan mengusir penjajah. Mereka memiliki nasionalisme, patriotisme yang kuat. Dasar-dasar Negara ini lahir dari tangan mereka. Disusul generasi berikutnya yaitu mereka yang memiliki intelektualisme dan urbanisme. Mereka lahir untuk menjabarkan dasar-dasar Negara dalam bentuk pembangunan nasional. Jejak mereka dapat dideteksi hingga menjelang tahun 2000 an.
Tahun 2000 hingga 2015, lahir generasi yang inlelektual kreatif, industrialisasi, globalisasi. Karya cipta mereka dapat dinikmati saat ini. 20 tahun mendatang, karya mereka sudah usang. Diganti dengan karya yang inovatif, mengedepankan moral dan menjunjung tinggi kesenian.
Seperti pada paparan di depan, inovasi menjadi kata kunci dalam bentuk apapun. Teknologi, sosial dan juga budaya. Inovasi merupakan langkah yang dapat menimbulkan motivasi. Moral menjadi pijakan dalam setiap mengambil keputusan. Sehingga humanis bukanlah kata-kata, namun realistik. Kesenian bukan menjadi barang murahan. Kesenian dapat menjadi jembatan antara kekuatan intelektual dan moralitas.

1. Fungsi Manajemen Pendidikan dalam Pengelolaan Sekolah  15.59  EDUCATION Setiap oraganisani atau kegiatan yang memiliki t...